Ringgit dibuka lebih rendah karena greenback naik jelang data ritel
Business

Ringgit dibuka lebih rendah karena greenback naik jelang data ritel

KUALA LUMPUR: Ringgit dibuka sedikit lebih rendah terhadap dolar AS karena greenback memperoleh momentum menjelang data Penjualan Ritel Amerika Serikat (AS) Oktober yang diperkirakan akan naik menjadi 0,7 persen bulan ke bulan, berdasarkan perkiraan konsensus, kata seorang analis.

Pada jam 9 pagi, uang kertas lokal jatuh ke 4,1630/1655 versus greenback dari 4,1600/1630 pada penutupan kemarin.

Sementara itu, kepala ekonom Bank Islam Malaysia Bhd Mohd Afzanizam Abdul Rashid mengatakan imbal hasil Treasury AS 10-tahun telah melampaui level 1,60 persen, menunjukkan bahwa pasar obligasi mengantisipasi bahwa siklus kenaikan suku bunga dapat dimulai pada 2022.

“Selain itu, Indeks Dolar AS (DXY) telah meningkat menjadi lebih dari 95 poin sejak pekan lalu menyusul kenaikan tajam tingkat inflasi konsumen, yang naik menjadi 6,2 persen tahun-ke-tahun di Oktober,” katanya kepada Bernama.

Mengingat skenario saat ini, Mohd Afzanizam memperkirakan uang kertas lokal akan tetap lemah untuk hari ini, diperdagangkan dalam kisaran RM4.16-RM4.17.

“Jika data Penjualan Ritel AS berubah menjadi lebih baik dari yang diharapkan hari ini, dolar bisa tetap tinggi karena mendukung kasus kenaikan suku bunga sebelumnya oleh Federal Reserve AS,” katanya.

Sementara itu, mata uang lokal diperdagangkan sebagian besar lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama, kecuali terhadap pound Inggris di mana telah terdepresiasi ke 5.5847/5880 dari 5.5794/5834 pada penutupan kemarin.

Ringgit meningkat vis-a-vis yen Jepang menjadi 3,6460/6482 dari 3,6543/6569 pada penutupan Senin, melonjak terhadap euro menjadi 4,7350/7378 dari 4,7620/7654 sebelumnya, dan naik terhadap dolar Singapura di 3,0769/0792 dari 3.0790/0814 kemarin. – Bernama


Posted By : togel hari ini hk