Ringgit lebih rendah karena greenback naik karena inflasi yang lebih tinggi
Business News

Ringgit lebih rendah karena greenback naik karena inflasi yang lebih tinggi

KUALA LUMPUR: Ringgit dibuka lebih rendah terhadap dolar AS pada hari Kamis karena minat beli yang lebih baik untuk greenback.

Pada 09:06, uang kertas lokal turun ke 4,1600/1630 versus greenback dari 4,1525/1545 pada penutupan kemarin.

Pedagang ActivTrades Dyogenes Rodrigues Diniz mengatakan data inflasi Amerika Serikat (AS) (yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen) datang lebih tinggi dari yang diharapkan pada 4,6 persen terhadap perkiraan 4,3 persen, sehingga menjadi katalis utama untuk pergerakan naik di pasangan dolar-ringgit AS.

Dia mengatakan inflasi tahunan sebesar 4,6 persen di AS adalah yang tertinggi dalam 30 tahun, karena sejumlah besar uang yang dituangkan ke pasar keuangan sebagai stimulus untuk memerangi pandemi.

“Juga, kebijakan dovish yang diterapkan Federal Reserve (Fed) AS sejak awal pandemi membuat situasi semakin buruk.

“Dengan pembacaan inflasi ini, pasar memahami bahwa Fed kemungkinan harus menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan pada 2023,” katanya kepada Bernama.

Dari sudut pandang teknis, jika ringgit-dolar AS menembus di atas 4,1600, itu bisa naik ke 4,1900 dalam beberapa hari, tambah Diniz.

Sementara itu, ringgit diperdagangkan lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama.

Ini meningkat terhadap yen Jepang menjadi 3,6469/6495 dari 3,6683/6704 pada hari Rabu dan terapresiasi terhadap dolar Singapura menjadi 3,0726/0750 dari 3,0816/0833 sebelumnya.

Uang kertas lokal meningkat vis-a-vis pound Inggris menjadi 5,5744/5784 dari 5,6208/6235 pada penutupan kemarin, dan naik terhadap euro menjadi 4,7732/7766 dari 4,8078/8101. – Bernama


Posted By : no hk