Ringgit terus merosot terhadap US$ di tengah ketidakpastian Omicron
Business News

Ringgit terus merosot terhadap US$ di tengah ketidakpastian Omicron

KUALA LUMPUR: Ringgit melanjutkan penurunannya terhadap dolar AS pada pembukaan hari ini, karena greenback semakin menguat di tengah ketidakpastian seputar varian Omicron, yang mendorong penghindaran risiko, serta pernyataan hawkish Federal Reserve (Fed), kata dealer.

Pada pukul 9 pagi, uang kertas lokal turun ke 4,2340/2370 melawan greenback dari 4,2315/2345 pada penutupan Kamis.

Kepala ekonom Bank Islam Malaysia Bhd Mohd Afzanizam Abdul Rashid mengatakan ringgit diperkirakan akan tetap lemah hari ini seperti yang ditunjukkan oleh indeks dolar AS (DXY) yang kembali ke atas 96 poin.

“Pernyataan dari beberapa pejabat Fed cukup konsisten bahwa proses tapering dapat dipercepat di tengah angka ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.

“Semua mata akan tertuju pada laporan pekerjaan karena laporan pekerjaan nonfarm payroll (NFP) akan dirilis malam ini dengan perkiraan konsensus berdiri di 555.000 versus jumlah sebelumnya 531.000.

“Klaim pengangguran awal naik menjadi 222.000 minggu lalu dari 199.000 minggu sebelumnya tetapi lebih baik dari perkiraan konsensus 240.000.

“Ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja tetap sehat di Amerika Serikat (AS) dan oleh karena itu, ini memberikan pembenaran yang tepat untuk menghapus akomodasi kebijakan moneter lebih cepat dan ini akan mendukung greenback lebih lanjut,” katanya kepada Bernama.

Trader ActivTrades Dyogenes Rodrigues Diniz mengatakan dolar AS diperkirakan akan naik kuat terhadap ringgit pada hari Jumat, mengambil isyarat dari data pekerjaan AS.

“Dari sudut pandang teknis, jika dolar AS berhasil menembus di atas 4,2400 terhadap ringgit, itu bisa naik ke 4,2900 dalam beberapa minggu di mana ia akan menghadapi level resistensi utama,” tambahnya.

Sementara itu, mata uang lokal diperdagangkan sebagian besar lebih tinggi versus sekeranjang mata uang utama pada pembukaan kecuali terhadap yen Jepang.

Itu naik versus pound Inggris menjadi 5,6287/6327 dari 5,6372/6412 pada penutupan Kamis dan terapresiasi terhadap dolar Singapura menjadi 3,0907/0932 dari 3,0961/0988.

Ringgit meningkat terhadap euro menjadi 4,7844/7878 dari 4,7926/7960 tetapi terdepresiasi terhadap yen Jepang menjadi 3,7423/7449 dari 3,7397/7427 pada hari Kamis. – Bernama


Posted By : no hk